Di article ini aku pengen nampilin karya terbaikku saat ini (tentunya menurut versi aku... ^_^). Sebenernya ini salah satu sample desain ku di mata kuliah Pengembangan Desain. Awalnya yang terpilih jadi final desain bukan desain ini, tapi ternyata dosen ku lebih suka desain ini dijadiin prototypenya. Oya, sepatu ini cuman sebelah lo.. hehe karena cuman prototype aja..

Sepatu ini aku adopsi dari bentuk bunga Rafflesia Arnoldii. Pastinya sudah kenal dan tahu kan dengan jenis bunga ini. Bunga besar ini merupakan jenis bunga langka dan endemik yang dapat kita lihat di hutan hujan Indonesia, seperti di Provinsi Bengkulu (tempat tinggal aku sekarang).
Sepatu ini dibuat dengan menggunakan suede leather, semuanya mulai dari upper, sock lining sampe cover heel dan cover wedge heelnya.. kebayangkan lembutnya pas dipake.. ini merupakan konsepku selain berfungsi sebagai kenyamanan pakai tapi juga menonjolkan kelembutan dari ladies dan image bunga itu sendiri,.. Sedangkan untuk aksen bintik-bintik putih (yang memang cirri khas dari Rafflesia Arnoldii) aku menggunakan aksesoris diamond imitation. Hehehe… Meskipun imitasi (yang kalo ku pake aslinya jelas mahal bro… secara aku masih mahasiswa, ngekos pula, hihi..), tapi cukup memunculkan aksen itu… Bisa dilihat di foto…
Konstruksi sepatu ini seperti pada umumnya, insole dengan shank (pengeras bagian tengah) digabungkan dengan wedge heel dan outsole yang ditutup dengan suede leather, baru heel dipasangkan. Aku nggak mau buat konstruksi sepatu yang ribet, coz pattern nya sendiri cukup membuat aku pusing,… (sampe trial berkali-kali buat nemuin bentuk kelopaknya, tapi akhirnya bisa juga berkat pertolongan dari berbagai pihak.. ^_^). Ada lagi si yang bikin ribet, proses pembuatan wedge heel. Aku menggunakan bahan sejenis shankboard dengan tebal 5 mm, wuih… layer nya lumayan banyak, ini yang bikin sepatunya lumayan berat (hehehe…)
Oya, tinggi heel nya 11 cm, nggak terlalu tinggi kan bagi para remaja putri yang menyukai high heel, karena pada dasarnya tingginya 9 cm, tapi karena adanya wedge 2 cm di bagian toe (ujung sepatu) jadinya tinggi heel nya 11 cm.
Kenapa aku pilih konsep Rafflesia Arnoldii?
Rafflesia Arnoldi memiliki ciri-ciri unik, sepeti bentuknya melebar, berwarna merah dan ada bintik-bintik putihnya. Ketika mekar bunga ini bisa mencapai diameter sekitar 1 meter dan tinggi 50 cm, tidak memiliki akar, tangkai, maupun daun. bunga ini memiliki 5 tangkai, di dasar bunga berbentuk gentong yang terdapat benang sari dan putik. Bunga ini juga hanya bertahan selama 5-7 hari saja setelah itu layu dan mati. Huuummm, singkat banget,…
Tujuan aku mengambil konsep ini adalah tidak lain untuk memperkenalkan bunga asli Indonesia kepada masyarakat umum, baik domestik maupun manca negara, selain itu juga untuk menggugah masyarakat agar lebih memperhatikan, melindungi dan mau merawat flora-flora langka Indonesia.